Capybara

Posted On July 6, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Membaca kotak taksonomi

Capybara

Status konservasi: Beresiko rendah (lc)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Subordo: Hystricomorpha
Familia: Caviidae
Subsuku: Hydrochoerinae
Genus: Hydrochoerus
Spesies: H. hydrochaeris
Nama binomial
Hydrochoerus hydrochaeris
(Linnaeus, 1766)
Daerah penyebaran kapibara

Daerah penyebaran kapibara

Kapibara (Hydrochaeris hydrochaeris) merupakan jenis hewan pengerat terbesar yang masih ada di dunia (Hewan pengerat terbesar yang telah punah adalah Phoberomys pattersoni). Kapibara merupakan hewan asli daerah tropis dan lembab di Amerika Selatan. Kapibara dapat ditemukan di daerah Timur Andes dari wilayah Canal Panama sampai daerah utara Kolombia dan Venezuala, Uruguay, dan Provinsi Buenos Aires di Argentina.

Daftar isi

[sembunyikan]

//

[sunting] Deskripsi

Kapibara atau nama lainnya Cabiai (Cayenne), capybara (Brazil), carpincho (Argentina, Uruguay), chiguire, piropiro (Venezuela), chigüiro (Kolombia), kapoewa (Suriname), poncho (Panama, Kolombia), ronsoco (Peru) terlihat seperti marmut raksasa, dimana kapibara jantan mempunyai berat 35 sampai 65 kg dan kapibara betina beratnya 36 sampai 66 kg. Tubuh kapibara sangat besar tetapi tubuhnya yang pendek dan gemuk mempunyai panjang 105 sampai 135 cm dan tinggi 51 sampai 61 cm dari bahu.

Seperti hewan pengerat lainnya kapibara mempunyai dua buah gigi seri yang terus tumbuh selama hidupnya dan mereka harus menggerogoti dan mengunyah untuk memakai giginya. Warna bulunya bervariasi dari coklat sampai merah dan campuran antara keduanya, kulitnya keras dan bulunya berminyak. Kapibara mempunyai telinga yang pendek, hidung yang kecil, dan bulu yang pendek di seluruh tubuhnya. Mata hewan ini sangat kecil dan terletak di atas kepalanya dengan telinga dan hidung, juga memiliki benjolan yang besar yang merupakan kelenjar Scent. Kaki kapibara pendek tetapi kaki depannya lebih panjang daripada kaki belakangnya, serta pada jarinya mempunyai selaput. Mereka mempunyai 4 jari pada kaki depan dan 3 jari pada kaki belakang.

Habitat

Kapibara merupakan hewan semi-aquatik, dimana hewan ini dapat hidup di berbagai macam habitat, dari hutan hujan dan dataran bersemak sampai daerah rawa, hutan mangrove dan padang rumput yang terbuka, tetapi kehidupan mereka hanya terbatas di daerah yang dekat dengan air. Mereka sangat pendiam di daratan, tetapi sangat mahir berenang dan menyelam di dalam air. Hewan ini dapat diam di bawah permukaan air selama beberapa menit dan dapat tidur di dalam air jika terdesak. Kapibara sangat toleran terhadap perubahan lingkungan dan dapat dimanfaatkan di dalam habitat untuk area pertanian dan peternakan.

Hewan ini mempunyai temperamen yang tenang dan pendiam, hidup dalam kelompok dimana kelompoknya mempunyai hubungan keluarga. Kelompoknya terdiri dari satu pejantan dan satu atau beberapa betina dan beberapa pejantan, mereka banyak menghabiskan waktu untuk berkubang di dalam lumpur. Kelompok kapibara terdiri dari 2 sampai 30 ekor, bergantung terhadap keadaan iklim, kondisi habitat, dan kepadatan populasi. Daerah kekuasaan kapibara dapat meliputi 10 sampai 20 ha, tetapi mereka akan bermigrasi untuk mencari air untuk tempat hidupnya.

Komunikasi

Hewan sosial ini berkomunikasi dengan menggunakan siulan, mendengking, dan gonggongan/menyalak, mereka juga mengeluarkan dan memproduksi kelenjar Scent (mengeluarkan bau untuk memberi tanda).

Makanan

Hewan mamalia ini dapat hidup 8 sampai 10 tahun di alam liar, tetapi di Kebun Binatang mereka dapat hidup sampai 12 tahun. Kapibara yang merupakan herbivora sering merumput pada sore hari, sekitar pukul 16 atau 17 dan pada saat menjelang malam, namun mereka akan sangat aktif selama musim hujan. Kebanyakan dari hewan ini merupakan hewan yang pemalu dan hewan nocturnal (hewan malam hari). Dalam merumput hewan herbivora ini merupakan hewan yang selektif, mencari makan di padang rumput yang pendek dan sedang di daerah yang basah dan tergenang air.

Jenis rumput yang merupakan makanan dari hewan ini adalah Hymenachne amplexicaulis, Leersia hexandra dan Panicum iaxum pada musim hujan, dan Reimarochloa, Paratheria, Sporobolus indicus dan Axonopus spp pada musim kering, selain rumput, kapibara juga memakan buah-buahan dan biji-bijian. Kebutuhan zat makanan yang diperlukan kapibara diperkirakan sebesar 70 gr bahan kering setiap unit metabolik berat badannya dan kemampuan mencerna hijuaan atau makanannya (rumput) kira-kira sebesar 52 persen.

Reproduksi dan pertumbuhan

Kapibara dapat bereproduksi sepanjang tahun tetapi di habitat yang bermusim, puncak aktivitas seksual bertepatan dengan mulainya musim hujan, dimana terjadi pada bulan April – July. Mereka kawin di dalam air tepat sebelum musim hujan tiba dan periode kehamilan kapibara betina berlangsung selama 130 hari atau 5 bulan, puncak periode melahirkan mulai menurun pada saat akhir musim hujan.

Kapibara betina akan hanya mempunyai 2 sampai 8 bayi kapibara pada setiap periode, biasanya yang betina hanya mempunyai 4 bayi kapibara di dalam sarangnya. Bayi kapibara yang baru lahir mempunyai berat sekitar 1 – 1,5 kg, mereka sudah mempunyai bulu dan sudah dapat melihat. Sedangkan rata-rata pertumbuhan populasi di peternakan di Venezuela Llanos adalah 0,42 per tahun, menghasilkan rata-rata produksi sebesar 0,34. Kapibara muda mempunyai rata-rata pertumbuhan sebesar 60 – 100 gr/hari tergantung dari pakan dan usianya. Di tahun pertama hidupnya bobot tubuhnya akan mencapai 22 – 25 kg dan pada tahun kedua bobot tubuhnya akan mencapai 35 – 40 kg. Kapibara muda sudah mulai mengikuti induknya menjelajahi lingkungannya dan akan segera makan tumbuh-tumbuhan, tetapi mereka tetap masih menyusui dari induknya dan akan disapih pada saat umur 16 minggu.

Induk kapibara tidak hanya menjaga dan mengasuh anaknya sendirian, tetapi setiap betina dalam kelompok ikut menjaga dan mengasuh kapibara muda. Masa Reproduksi kapibara umumnya dimulai pada saat umur 18 bulan, tetapi dalam keadaan tertentu kapibara betina dapat kawin pada usia satu tahun dan Kapibara betina akan mempunyai anaknya sendiri pada saat umur 15 bulan atau lebih.

Pemangsa

Di alam liar kapibara merupakan mangsa yang sangat potensial bagi beberapa predator, seperti Jaguar, Puma, buaya Caiman (Caiman crocodilus), Ocelot, elang, ular Anaconda, dan manusia. Kapibara melindungi dirinya dengan melakukan berbagai cara, apabila ada bahaya yang datang mereka akan menyelam ke dalam air dan bersembunyi, kadang-kadang mereka juga bersembunyi di vegetasi yang mengapung di daerah sekitar rawa.

Aspek ekologi dan ekonomi

Kapibara di Burgers Zoo, Belanda

Kapibara di Burgers Zoo, Belanda

Kapibara diburu secara komersial di daerah Llanos, Kolombia dan Venezuela selama musim kering (Januari – Maret) di daerah padang rumput terbuka, dimana mereka dapat dengan mudah diburu. Pada beberapa daerah para pemburu akan membunuh sekitar 200 kapibara setiap harinya. Di Amerika Selatan, kapibara kebanyakan diburu untuk diambil kulitnya dan juga dagingnya, baik untuk konsumsi pribadi atau untuk diperdagangkan. Minyak yang dihasilkan dari ekstrak lemak kapibara mempunyai nilai yang tinggi sebagai obat yang sangat popular di Amerika Selatan. Kulitmya dimanfaatkan dan diolah menjadi barang-barang seperti sarung tangan, sabuk, jaket, tas, dan pedal yang memiliki tingkat permintaan yang tinggi dan barang ekspor di daerah Amerika Selatan.

Daging kapibara tidak disukai di beberapa daerah, kebanyakan karena flavour/rasa dagingnya dan yang lainnya dikarenakan diyakini menjadi penyebab penyakit kulit. Tetapi banyak yang menggambarkan bahwa daging Capybara rasanya seperti daging babi dimana warna dagingnya berwarna keputih-putihan seperti daging babi.

Kapibara mempunyai prospek yang sangat baik jika dikembangkan dan dipelihara secara intensif di dalam sebuah peternakan, dimana hasil produknya seperti daging dan kulitnya tidak kalah berkualitas dari produk-produk hewan peternakan lainnya seperti kelinci. Hanya saja masalah sosial, yang mana hewan Kapibara ini masih kurang dikenal dan belum sepenuhnya didomestikasi menjadi hambatan dalam pemeliharaan dan pemasaran komoditas hewan ini.

//

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s