Anatomi Ginjal

Posted On July 6, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Ginjal

Ginjal dilihat dari belakang (tulang rusuk dihilangkan)

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.

Daftar isi

[sembunyikan]

// <![CDATA[//

[sunting] Anatomi dasar

[sunting] Lokasi

Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (juga disebut kelenjar suprarenal).

Ginjal bersifat retroperitoneal, yang berarti terletak di belakang peritoneum yang melapisi rongga abdomen. Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati.

Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.

Potongan membujur ginjal

[sunting] Struktur detail

Pada orang dewasa, setiap ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11 cm dan ketebalan 5 cm dengan berat sekitar 150 gram. Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal, vena renal, dan ureter.

[sunting] Organisasi

Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, bagian lebih dalam lagi disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis. Pada bagian medulla ginjal manusia dapat pula dilihat adanya piramida yang merupakan bukaan saluran pengumpul. Ginjal dibungkus oleh lapisan jaringan ikat longgar yang disebut kapsula.

Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urin.

Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus).

Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteri aferen. Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan. Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan dari darah yang mendorong plasma darah. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalan tubulus ginjal. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen.

Di antara darah dalam glomerulus dan ruangan berisi cairan dalam kapsula Bowman terdapat tiga lapisan:

  1. kapiler selapis sel endotelium pada glomerulus
  2. lapisan kaya protein sebagai membran dasar
  3. selapis sel epitel melapisi dinding kapsula Bowman (podosit)

Dengan bantuan tekanan, cairan dalan darah didorong keluar dari glomerulus, melewati ketiga lapisan tersebut dan masuk ke dalam ruangan dalam kapsula Bowman dalam bentuk filtrat glomerular.

Filtrat plasma darah tidak mengandung sel darah ataupun molekul protein yang besar. Protein dalam bentuk molekul kecil dapat ditemukan dalam filtrat ini. Darah manusia melewati ginjal sebanyak 350 kali setiap hari dengan laju 1,2 liter per menit, menghasilkan 125 cc filtrat glomerular per menitnya. Laju penyaringan glomerular ini digunakan untuk tes diagnosa fungsi ginjal.

Jaringan ginjal. Warna biru menunjukkan satu tubulus

Tubulus ginjal merupakan lanjutan dari kapsula Bowman. Bagian yang mengalirkan filtrat glomerular dari kapsula Bowman disebut tubulus konvulasi proksimal. Bagian selanjutnya adalah lengkung Henle yang bermuara pada tubulus konvulasi distal.

Lengkung Henle diberi nama berdasar penemunya yaitu Friedrich Gustav Jakob Henle di awal tahun 1860-an. Lengkung Henle menjaga gradien osmotik dalam pertukaran lawan arus yang digunakan untuk filtrasi. Sel yang melapisi tubulus memiliki banyak mitokondria yang menghasilkan ATP dan memungkinkan terjadinya transpor aktif untuk menyerap kembali glukosa, asam amino, dan berbagai ion mineral. Sebagian besar air (97.7%) dalam filtrat masuk ke dalam tubulus konvulasi dan tubulus kolektivus melalui osmosis.

Cairan mengalir dari tubulus konvulasi distal ke dalam sistem pengumpul yang terdiri dari:

  • tubulus penghubung
  • tubulus kolektivus kortikal
  • tubulus kloektivus medularis

Tempat lengkung Henle bersinggungan dengan arteri aferen disebut aparatus juxtaglomerular, mengandung macula densa dan sel juxtaglomerular. Sel juxtaglomerular adalah tempat terjadinya sintesis dan sekresi renin

Cairan menjadi makin kental di sepanjang tubulus dan saluran untuk membentuk urin, yang kemudian dibawa ke kandung kemih melewati ureter.

[sunting] Fungsi homeostasis ginjal

Ginjal mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah.
Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urin yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8.

Kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah proses homeostasis yang melibatkan aldosteron untuk meningkatkan penyerapan ion natrium pada tubulus konvulasi.

Kenaikan atau penurunan tekanan osmotik darah karena kelebihan atau kekurangan air akan segera dideteksi oleh hipotalamus yang akan memberi sinyal pada kelenjar pituitari dengan umpan balik negatif. Kelenjar pituitari mensekresi hormon antidiuretik (vasopresin, untuk menekan sekresi air) sehingga terjadi perubahan tingkat absorpsi air pada tubulus ginjal. Akibatnya konsentrasi cairan jaringan akan kembali menjadi 98%.

[sunting] Penyakit dan ketidaknormalan

[sunting] Bawaan

[sunting] Didapat

[sunting] Dialisis dan transplantasi ginjal

Umumnya, seseorang dapat hidup normal dengan hanya satu ginjal. Bila kedua ginjal tidak berfungsi normal, maka seseorang perlu mendapatkan suatu Terapi Pengganti Ginjal (TPG). TPG ini dapat dilakukan baik bersifat sementara waktu maupun terus-menerus. TPG terdiri atas tiga, yaitu: Hemodialisis (Cuci Darah), Peritoneal Dialisis (Cuci Rongga Perut) dan Cangkok Ginjal (transplantasi). Prinsip dasar dari Hemodialisis adalah dengan membersihkan darah dengan menggunakan Ginjal Buatan. Sedangkan Peritoneal dialisis menggunakan Selaput rongga perut (peritoneum) sebagai saringan antara darah dan cairan Dianial.

Transplantasi ginjal sekarang ini lumayan umum. Transplantasi yang berhasil pertama kali diumumkan pada 4 Maret 1954 di Rumah Sakit Peter Bent Brigham di Boston, Massachusetts. Operasi ini dilakukan oleh Dr. Joseph E. Murray, yang pada 1990 menerima Penghargaan Nobel dalam fisiologi atau kedokteran.

Transplantasi ginjal dapat dilakukan secara “cadaveric” (dari seseorang yang telah meninggal) atau dari donor yang masih hidup (biasanya anggota keluarga). Ada beberapa keuntungan untuk transplantasi dari donor yang masih hidup, termasuk kecocokan lebih bagus, donor dapat dites secara menyeluruh sebelum transplantasi dan ginjal tersebut cenderung memiliki jangka hidup yang lebih panjang. [1].

[sunting] Statistik transplantasi ginjal

Negara Transplantasi kadaverik Transplantasi donor hidup Transplantasi total
Kanada 724 388 1,112 (tahun 2000) [2]
Prancis 1,991 136 2,127 (tahun 2003) [3]
Italia 1,489 135 1,624 (tahun 2003)
Spanyol 1,991 60 2,051 (tahun 2003)
Britania Raya 1,297 439 1,736 (tahun 2003) [4]
Amerika Serikat 8,670 6,468 15,138 (tahun 2003) [5]

[sunting] Lihat pula


// <![CDATA[//

// <![CDATA[
//————Untuk arrow mouse over———-\\
preload('atas','http://www.roche.co.id/images/arrow2.gif&#039;);
preload('bawah','http://www.roche.co.id/images/arrow1.gif&#039;);
//————end—————————\\
function mmLoadMenus() {
if (window.mm_menu_0725142359_0) return;
window.mm_menu_0725142359_0 = new Menu("root",121,18,"Arial, Helvetica, sans-serif",12,"#000000","#FFFFFF","#CCCCCC","#6699FF","left","middle",3,0,1000,-5,7,true,true,true,0,true,true);
mm_menu_0725142359_0.addMenuItem("Pharmaceuticals","location='http://www.roche.co.id/bahasa/product_pharmaceutical.htm'&quot;);
mm_menu_0725142359_0.addMenuItem("Diagnostics","location='http://www.roche.co.id/bahasa/product_diagnostics.htm'&quot;);
mm_menu_0725142359_0.hideOnMouseOut=true;
mm_menu_0725142359_0.bgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0725142359_0.menuBorder=1;
mm_menu_0725142359_0.menuLiteBgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0725142359_0.menuBorderBgColor='#FFFFFF';
window.mm_menu_0725144818_0_1 = new Menu("Public Awareness Campaign",214,18,"Arial, Helvetica, sans-serif",12,"#000000","#FFFFFF","#CCCCCC","#6699FF","left","middle",3,0,1000,-5,7,true,true,true,0,true,true);
mm_menu_0725144818_0_1.addMenuItem("Accu-Chek ","location='http://www.roche.co.id/bahasa/campaign_accu.htm'&quot;);
mm_menu_0725144818_0_1.addMenuItem("AvianFlu Flash ","location='http://www.roche.co.id/bahasa/campaign_tamiflu.htm'&quot;);
mm_menu_0725144818_0_1.addMenuItem("Breast Friends","location='http://www.roche.co.id/bahasa/campaign_breast.htm'&quot;);
mm_menu_0725144818_0_1.addMenuItem("Cobas c111","location='http://www.roche.co.id/bahasa/campaign_cobasc111.htm'&quot;);
mm_menu_0725144818_0_1.addMenuItem("Hepatitis C","location='http://www.roche.co.id/bahasa/campaign.htm'&quot;);
mm_menu_0725144818_0_1.addMenuItem("Block the Fat Shape Your Life ","location='http://www.roche.co.id/bahasa/campaign_lose_weight.htm'&quot;);
mm_menu_0725144818_0_1.hideOnMouseOut=true;
mm_menu_0725144818_0_1.bgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0725144818_0_1.menuBorder=1;
mm_menu_0725144818_0_1.menuLiteBgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0725144818_0_1.menuBorderBgColor='#FFFFFF';
window.mm_menu_0725144818_0 = new Menu("root",215,18,"Arial, Helvetica, sans-serif",12,"#000000","#FFFFFF","#CCCCCC","#6699FF","left","middle",3,0,1000,-5,7,true,true,true,0,true,true);
mm_menu_0725144818_0.addMenuItem(mm_menu_0725144818_0_1,"location='http://www.roche.co.id/bahasa/campaign.htm'&quot;);
mm_menu_0725144818_0.addMenuItem("Corporate Social Responsibility","location='http://www.roche.co.id/bahasa/program_services_corporate_social_responsibility.htm'&quot;);
mm_menu_0725144818_0.addMenuItem("Employee Voluntary Program","location='http://www.roche.co.id/bahasa/program_services_employee_voluntary_program.htm'&quot;);
mm_menu_0725144818_0.addMenuItem("Patient Advocacies's Group","location='http://www.roche.co.id/bahasa/program_services_patient_advocacies_groups.htm'&quot;);
mm_menu_0725144818_0.addMenuItem("Events","location='http://www.roche.co.id/bahasa/program_services_event.html'&quot;);
mm_menu_0725144818_0.addMenuItem("Roche Health Education","location='http://www.roche.co.id/bahasa/program_services_roche_education.htm'&quot;);
mm_menu_0725144818_0.addMenuItem("Related Links","location='http://www.roche.co.id/bahasa/program_services_links.htm'&quot;);
mm_menu_0725144818_0.hideOnMouseOut=true;
mm_menu_0725144818_0.childMenuIcon="arrows.gif";
mm_menu_0725144818_0.bgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0725144818_0.menuBorder=1;
mm_menu_0725144818_0.menuLiteBgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0725144818_0.menuBorderBgColor='#FFFFFF';
window.mm_menu_0725145836_0 = new Menu("root",98,18,"Arial, Helvetica, sans-serif",12,"#000000","#FFFFFF","#CCCCCC","#6699FF","left","middle",3,0,1000,-5,7,true,true,true,0,true,true);
mm_menu_0725145836_0.addMenuItem("Local","location='http://www.roche.co.id/bahasa/newsroom_local.htm'&quot;);
mm_menu_0725145836_0.addMenuItem("International","location='http://www.roche.co.id/bahasa/newsroom_international.htm'&quot;);
mm_menu_0725145836_0.hideOnMouseOut=true;
mm_menu_0725145836_0.bgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0725145836_0.menuBorder=1;
mm_menu_0725145836_0.menuLiteBgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0725145836_0.menuBorderBgColor='#FFFFFF';
window.mm_menu_0725151627_0_1 = new Menu("How to Apply",136,18,"Arial, Helvetica, sans-serif",12,"#000000","#FFFFFF","#CCCCCC","#6699FF","left","middle",3,0,1000,-5,7,true,true,true,0,true,true);
mm_menu_0725151627_0_1.addMenuItem("Application Form","location='http://www.roche.co.id/bahasa/working_at_roche_how_to_apply_application_form.php'&quot;);
mm_menu_0725151627_0_1.addMenuItem("Roche Talent Tool","http://www.roche.co.id/bahasa/location='working_at_roche_how_to_apply_talent.php'&quot;);
mm_menu_0725151627_0_1.addMenuItem("Contacts","location='http://www.roche.co.id/bahasa/working_at_roche_contact.htm'&quot;);
mm_menu_0725151627_0_1.hideOnMouseOut=true;
mm_menu_0725151627_0_1.bgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0725151627_0_1.menuBorder=1;
mm_menu_0725151627_0_1.menuLiteBgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0725151627_0_1.menuBorderBgColor='#FFFFFF';
window.mm_menu_0725151627_0 = new Menu("root",135,18,"Arial, Helvetica, sans-serif",12,"#000000","#FFFFFF","#CCCCCC","#6699FF","left","middle",3,0,1000,-5,7,true,true,true,0,true,true);
mm_menu_0725151627_0.addMenuItem("Working at Roche","location='http://www.roche.co.id/bahasa/working_at_roche.htm'&quot;);
mm_menu_0725151627_0.addMenuItem("Vacancies","location='http://www.roche.co.id/bahasa/working_at_roche_vacancies.htm'&quot;);
mm_menu_0725151627_0.addMenuItem("People","location='http://www.roche.co.id/bahasa/our_employee.htm'&quot;);
mm_menu_0725151627_0.addMenuItem(mm_menu_0725151627_0_1,"location='http://www.roche.co.id/bahasa/working_at_roche_how_to_apply.htm'&quot;);
mm_menu_0725151627_0.hideOnMouseOut=true;
mm_menu_0725151627_0.childMenuIcon="arrows.gif";
mm_menu_0725151627_0.bgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0725151627_0.menuBorder=1;
mm_menu_0725151627_0.menuLiteBgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0725151627_0.menuBorderBgColor='#FFFFFF';
window.mm_menu_0725153338_0 = new Menu("root",149,18,"Arial, Helvetica, sans-serif",12,"#000000","#FFFFFF","#CCCCCC","#6699FF","left","middle",3,0,1000,-5,7,true,true,true,0,true,true);
mm_menu_0725153338_0.addMenuItem("Roche at a Glance","location='http://www.roche.co.id/bahasa/about_us_at_a_glance_id.htm'&quot;);
mm_menu_0725153338_0.addMenuItem("Mission and Vision","location='http://www.roche.co.id/bahasa/about_us_mission_id.htm'&quot;);
mm_menu_0725153338_0.addMenuItem("Corporate Principles","location='http://www.roche.co.id/bahasa/about_us_corporate_principles_id.htm'&quot;);
mm_menu_0725153338_0.addMenuItem("Pharmaceuticals","location='http://www.roche.co.id/bahasa/about_us_roche_pharmaceutical_id.htm'&quot;);
mm_menu_0725153338_0.addMenuItem("Diagnostics","location='http://www.roche.co.id/bahasa/about_us_diagnostics_id.htm'&quot;);
mm_menu_0725153338_0.hideOnMouseOut=true;
mm_menu_0725153338_0.bgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0725153338_0.menuBorder=1;
mm_menu_0725153338_0.menuLiteBgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0725153338_0.menuBorderBgColor='#FFFFFF';
window.mm_menu_0824180254_0 = new Menu("root",132,18,"Arial, Helvetica, sans-serif",12,"#000000","#FFFFFF","#CCCCCC","#6699FF","left","middle",3,0,1000,-5,7,true,true,true,0,true,true);
mm_menu_0824180254_0.addMenuItem("Email Inquiry","location='http://www.roche.co.id/contact_us_email_inquiry.php'&quot;);
mm_menu_0824180254_0.addMenuItem("Office & Address","location='http://www.roche.co.id/bahasa/contact_us_office_address.htm'&quot;);
mm_menu_0824180254_0.hideOnMouseOut=true;
mm_menu_0824180254_0.bgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0824180254_0.menuBorder=1;
mm_menu_0824180254_0.menuLiteBgColor='#FFFFFF';
mm_menu_0824180254_0.menuBorderBgColor='#FFFFFF';

mm_menu_0824180254_0.writeMenus();
} // mmLoadMenus()

function MM_preloadImages() { //v3.0
var d=document; if(d.images){ if(!d.MM_p) d.MM_p=new Array();
var i,j=d.MM_p.length,a=MM_preloadImages.arguments; for(i=0; i<a.length; i++)
if (a[i].indexOf("#")!=0){ d.MM_p[j]=new Image; d.MM_p[j++].src=a[i];}}
}

//
//——————Fungsi arrow mouse over——————————\\
function preload(imgObj,imgSrc) {

if (document.images) {
eval(imgObj+' = new Image()');
eval(imgObj+'.src = "'+imgSrc+'"');
}
}

function changeImage(layer,imgName,imgObj) {
if (document.layers && layer!=null)
eval('document.'+layer+'.document.images["'+imgName+'"].src = '+imgObj+'.src');
else
document.images[imgName].src = eval(imgObj+".src");
}
//—————–end——————————–\\

function MM_swapImgRestore() { //v3.0
var i,x,a=document.MM_sr; for(i=0;a&&i0&&parent.frames.length) {
d=parent.frames[n.substring(p+1)].document; n=n.substring(0,p);}
if(!(x=d[n])&&d.all) x=d.all[n]; for (i=0;!x&&i

mmLoadMenus();
//

     
   
  Home > Kanker Pages  
     

_uacct = “UA-1418824-1”;
urchinTracker();
//

base href=”http://www.roche.com/&#8221;

mmLoadMenus();
//

_uacct = “UA-1418824-1”;
urchinTracker();
//

   
 
 

 

KANKER
KELENJAR GETAH BENING

Kanker Kelenjar Getah Bening atau Limfoma (flash) adalah
sejenis kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit (sejenis
sel darah putih) yang sebelumnya normal. Hal ini berakibat
sel abnormal nenjadi ganas. Seperti halnya limfosit normal,
limfosit ganas dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tubuh
termasuk kelenjar getah bening, limpa, sum-sum tulang, darah
maupun organ lainnya. Terdapat dua macam kanker sistem limfatik
yaitu: penyakit Hodgkin dan Limfoma Non-Hodgkin (NHL) (flash).
NHL adalah sekelompok penyakit keganasan yang saling berkaitan
yang mengenai sistem limfatik.

Sistem Limfatik
Sistem limfatik adalah bagian penting sistem kekebalan tubuh
yang memainkan peran kunci dalam pertahanan alamiah tubuh
melawan infeksi dan kanker. Cairan limfatik adalah cairan
putih mirip susu yang mengandung protein, lemak dan limfosit
(sel darah putih) yang semuanya mengalir ke seluruh tubuh
melalui pembuluh limfatik. Ada dua macam sel limfosit yaitu:
Sel B dan Sel T.

Sel B membantu melindungi tubuh melawan bakteri dengan jalan
membuat antibodi yang menyerang dan memusnahkan bakteri.

Gejala dan tandaGejala dan tanda NHL meliputi pembengkakan
kelenjar getah bening (pada leher, ketiak atau pangkal paha).
Pembesaran kelenjar tadi dapat dimulai dengan gejala penurunan
berat badan, demam, keringat malam. Tidak ada tes deteksi
dini untuk NHL. Bila gejala di atas dijumpai, maka disarankan
pergi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penyebab NHLPenyebab pasti belum diketahui. Empat kemungkinan
penyebabnya adalah: faktor keturunan, kelainan sistem kekebalan,
infeksi virus atau bakteria (HIV, HCV, EBV, Helicobacter Sp)
dan toksin lingkungan (herbisida, pengawet dan pewarna kimia).

Jenis NHLTerdapat lebih dari 30 sub-tipe NHL yang berbeda
(90 persennya dari jenis sel B), yang dapat dikelompokkan
menurut beberapa panduan klasifikasi. Klasifikasi tersebut
mempertimbangkan beberapa faktor seperti penampakan di bawah
mikroskop, ukuran, kecepatan tumbuh dan organ yang terkena.

Secara umum dapat dikenali beberapa bentuk NHL yaitu amat
agresif (tumbuh cepat), menengah dan indolen (tumbuh lambat).
Penentuan ini dilakukan dengan mikroskop oleh dokter patologi
di laboratorium.

PengobatanPengobatan inti NHL saat ini meliputi kemoterapi,
terapi antibodi monoklonal, radiasi, terapi biologik dan cangkok
sum-sum tulang. Penentuan jenis terapi yang diambil amat bergantung
kondisi individual pasien dan bergantung pada 3 faktor utama:

  1. Stadium
  2. Ukuran
  3. Derajat keganasan

Limfoma Agresif (intermediate/derajat keganasan tinggi)
cepat tumbuh dan menyebar dalam tubuh dan bila dibiarkan tanpa
pengobatan dapat mematikan dalam 6 bulan. Angka harapan hidup
rata-rata berkisar 5 tahun dengan sekitar 30-40% sembuh. Pasien
yang terdiagnosis dini dan langsung diobati lebih mungkin
meraih remisi sempurna dan jarang mengalami kekambuhan. Karena
ada potensi kesembuhan, maka biasanya pengobatan lebih agresif.
Standar terapi dahulu meliputi kemoterapi standar CHOP dan/atau
kemoterapi dosis tinggi dan cangkok sum-sum. Baru-baru ini,
penggunaan rituximab plus kemoterapi standar telah direkomendasikan
oleh para peneliti Eropa yang mengobati NHL agresif berdasarkan
uji klinisi yang menunjukkan perpanjangan harapan hidup pasien
ketika diobati dengan Rituximab + CHOP dibandingkan hanya
CHOP.

Limfoma Indolen (derajat keganasan rendah) tumbuh lambat sehingga
diagnostik awal menjadi lebih sulit. Pasien dapat bertahan
hidup selama bertahun-tahun dengan penyakit ini, tetapi standar
pengobatan yang ada tidak dapat menyembuhkannya. Biasanya,
pasien memberikan respon yang baik pada terapi awal, tetapi
sangat mungkin kanker tumbuh kembali. Pasien dengan limfoma
indolen bisa mendapatkan terapi sebanyak lima sampai enam
kali sepanjang hidup mereka. Meskipun demikian, pasien biasanya
memberikan respon terapi yang semakin rendah. Angka harapan
hidup pada limfoma jenis ini, dimana seringkali pasien terkalahkan
oleh penyakit ini atau komplikasi yang timbul, berkisar antara
enam tahun.

Korban NHLPada tahun 2000 diperkirakan 300,000 orang meninggal
karena NHL1. Beberapa selebriti dunia yang meninggal karena
NHL adalah: Jacqueline Kennedy Onassis dan Raja Hussein dari
Jordania.

References

  1. World Health Report 2000, World Health Organization,
    http://www.who.int
  2. Data on file, F. Hoffmann-La Roche
  3. World Health Report 2000, World Health Organization, http://www.who.int

Terapi :

Mabthera

 
print
this page
  ©
1996-2006 PT. Roche Indonesia – Legal Statement
Privacy
Policy
 


// ]]>

//

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s